Waspadai Activism Rasa Bersalah!! Kritik “0” Solusi

Activism
Gambar by Pixabay

Ketika sedang menghadiri suatu konferensi atau kegiatan yang membahas isu social pernahkah kalian dihadapkan dengan pertanyaan spekulatif  yang bersifat osposit dengan tindakan aksi kita.  Yap inilah yang disebut dengan activism rasa bersalah. Dengan tujuan yang tidak jelas pertanyaan dari orang-orang semacam  ini hanya akan membuat kita bingung dan menimbulkan spekulasi baru yang dapat mempengaruhi cara pandang kita terhadap suatu permasalahan.

Sebagai contoh saat kita sedang mengikuti suatu kampanye atau konferensi terkait isu pemanasan global. Lalu tiba-tiba ada seseorang berpenampilan seperti reporter yang menyodorkan sederet pertanyaan. Berapa jejak karbon? Mengapa kamu mengikuti aksi tersebut padahal kamu masih menggunakan barang barang dengan pemicu pemanasan global? Bagaimana caramu sampai disini? Bukankah kendaran yang kamu tumpangi  juga merupakan penyumbang dari pemanasan global? Apakah caramu ikut kegiatan ini bukan suatu  kemunafikan? Atau bahkan sampai kepada pertanyaan privasi. 

Yap  pertanyaan-pertanyaan semacam ini kerap kali muncul. Kita Tidak perlu menanggapi pernyataan tersebut secara serius tetaplah fokus pada tujuan utama hadirnya kamu di tempat tersebut. Karena sebagian besar orang yang memberikan pertanyaan semacam ini tidak lebih paham terkait apa yang mereka utarakan.

Pemanasan global (Activism)
Gambar by Pixabay

Misalnya dengan memberikan pernyataan terkait pesawat sebagai penyumbnag pemanasan global yang tinggi. Pertanyaan  ini tidak seharusnya dikatakan. Faktanya pesawat hanya menyumbangkan sekitar 3%  untuk pemanasan global jauh lebih rendah daripada konsumsi daging yang berkisar 15% penyebab emisi karbon. Padahal orang tersebut belum tentu seorang vegan yang tidak mengkonsumsi daging sama sekali.

Nah sudah paham kan bahwa inti dari pertanyaan ini pada dasarnya hanya untuk membuat kita pada spekulasi palsu tanpa ada suatu tindakan. Sudah dipastikan untuk menghadiri suatu konversi atau kampanye  di luar daerah kita pasti membutuhkan kendaraan tidak mungkin harus berjalan kaki.

oleh karenanya perntanyaan menjebak dan tidak logis tersebut tidak perlu ditanggapi dengan serius. Munculnya pernyataan ini seperti itu hanya akan memecah pikiran kita yang akhirnya menimbulkan keraguan.  Yap inilah fakta yang biasa kita temui di dunia.

Apa Itu Activism Rasa Bersalah

Gambar by Pixabay

Secara harfiah activism diartikan sebagai doktrin atau praktik yang menekankan tindakan keras secara  langsung  untuk mendukung atau menentang satu sisi dari masalah kontroversial di masyarakat. Sedangkan activism bersalah dapat diartikan sebagai suatu tindakan atau doktrin yang bersifat oposisi terhadap suatu tindakan aksi yang sedang kita dilakukan dengan menimbulkan rasa bersalah tanpa solusi.

Tujuan utama dari tindakan ini tidak lain  adalah untuk mendapatkan keuntungan sepihak dari suatu perusahaan atau lembaga tertentu yang memiliki kepentingan dalam hal tersebut. Ada banyak cara yang biasa ditemui dari pegiat aksi ini seperti dengan turun langsung ke jalan, membuat artikel, atau bahkan tagar pada media social

Tindakan semacam ini sebagian besar dapat kita temui pada acara-acara penting terkait isu social. Sebagai contoh adalah activism rasa bersalah untuk mempengaruhi pegiat kampanye pemanasan global di Amerika. Yang mana acara tersebut terdapat banyak sekali pihak tak bertanggung jawab yang berada di sekitar halaman gedung untuk melakukan wawancara terkait isu lingkungan dengan pertanyaan spekulatif.

Aktivitas semacam ini sudah selayaknya kita waspadai karena jelas dapat menimbulkan suatu kerancuan dalam berpikir. Serta menimbulkan  kebingungan tanpa adanya solusi yang tepat.

Kritik tanpa Solusi

Avtivisme tanpa solusi
Gambar by Pixabay

Tindakan tindakan semacam ini pada dasarnya tidak memiliki arti apapun untuk lingkungan.  Justru hal kecil yang kita lakukan dengan mengikuti kegiatan kampanye tersebut untuk lingkungan akan berdampak nyata terhadap lingkungan.

Activism rasa bersalah bukanlah suatu  tindakan yang dapat dianggap sebagai kejahatan.  Namun dampak yang ditimbulkan dari aktivitas ini lebih parah dari tindakan kejahatan. Sebab activism hanya akan menimbulkan ambigu di masyarakat namun tidak ada solusi sama sekali dari tindakan tersebut.

Hal ini hanya akan membuat masyarakat berdiam diri tanpa melakukan aksi apapun dan terperangkap dengan rasa bersalah. Lain halnya dengan tindakan kejahatan yang terlihat nyata didepan mata, activism ini bergerak secara halus dengan memberikan sugesti yang menimbulkan spekulasi tidak pasti. Sehingga akan sulit diketahui secara jelas dalam kehidupan.

baca juga 8 Cara Unik Sapaan Selamat Pagi Di Dunia !! Mana Yang Paling Mudah

Patahkan Argumen atau Abaikan

Diskusi
Gambar by Pixabay

Kedua cara tersebut dapat menjadi pilihan jika menemui orang-orang seperti ini. Mematahkan argumen mereka dan balik menyerang dengan pertanyaan serupa adalah cara yang terbaik daripada opsi kedua. Sebab dengan memberikan argumen yang kuat maka secara tidak langsung juga akan membuat kita memiliki suatu dasar yang kuat untuk melakukan kampanye tersebut.

Hal ini juga dapat memberikan prestise kita lebih meningkat. Tidak mudah digoyahkan oleh suatu pendapat  tanpa tujuan. Disamping itu dengan mematahkan argumen mereka maka orang yang mendengar pendapat kita akan lebih jeli dan berpikiran terbuka.

Namun misalkan terdapat kondisi yang tidak memungkian langkah kedua yaitu dengan  mengabaikan lalu meninggalakan  adalah cara yang terbaik. Dalam kondisi tertentu seperti saat  kita tidak menemukan  argumen yang kuat untuk mematahkan  pendapat  mereka. 

Sebab tanpa argumen yang kuat kita layaknya perang tanpa senjata. Bisa jadi hal ini akan menjadi senjata makan tuan dan memperburuk situasi saat itu. Efeknya sudah dipastikan hal ini dapat membuat aksi sosial kiat menjadi berantakan. 

Nah bagaimana nih sudah pahamkah tentang activism rasa bersalah, kritik tanpa solusi. Suatu hal yang baik sudah layaknya diperjuangkan.  Jangan ragu dengan pendapat orang tidak bertanggung jawab yang hanya mementingkan keuntungan sepihak. Oleh karena pemahaman yang kuat serta pembekalan diri sangat dibutuhkan. Untuk mendapatkan tips terkait pembekalan diri dengan self development kalian bisa  baca artikel tentang 5 Quotes Novel Karya Penulis Indonesia Ini Punya Deep Meaning Lho!!

Add a Comment

Your email address will not be published.